RENCANA MUTU KONTRAK
(RMK)
A. Pengertian RMK
Rencana Mutu Kontrak (RMK) digunakan untuk memonitor dan menilai KAK yang melekat pada kontrak, selain itu juga digunakan untuk menentukan pengendalian proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Dalam penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini digunakan beberapa referensi, antara lain :
a. Kerangka Acuan Kerja (KAK)Berdasarkan surat keputusan Dirjen Pengairan No. 30/KPTS/A tahun 1999 tentang Pedoman-Pedoman dalam Rangka Pelaksanaan sistem manajemen mutu (SMM) dilakukan kebijaksanaan melalui penerapan jaminan mutu. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan beberapa peraturan perundang-undangan serta beberapa ketentuan yang berlaku antara lain :
b. Dokumen - dokumen yang tersedia (disediakan)
c. Daftar peralatan yang akan digunakan dan yang akan dipasang
d. Jadwal pelaksanaan pekerjaan
e. Standar Prosedur (SP), Standar Disain (SD), Inspeksi dan Tes (IT).
f. Struktur organisasi pelaksana pekerjaan
g. Uraian tugas setiap pejabat pelaksana pekerjaan
h. Dan lain lain
- Perpres RI No 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (Pengganti Keppres RI No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah).
- Peraturan Menteri PU No. 04/PRT/M tahun 2009 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM) Departemen PU.
- Surat Keputusan Direktur SDA No. 177/KPTS/D tahun 2003 tentang Penyempurnaan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Jaminan Mutu.
- Keputusan Direktur Jenderal SDA No. 03/KPTS/D/2005 tentang Prosedur – Prosedur dalam rangka pelaksanaan penerapan jaminan mutu bidang SDA.
Rencana Mutu Kontrak (RMK) harus mencerminkan pengaturan kegiatan yang akan dilakukan serta sarana yang akan disiapkan sebagai berikut :
a. Bentuk susunan organisasi pelaksana pekerjaan di lapangan, pembagian tugas dan kewenangan serta mekanisme hubungan kerja.Dokumen RMK ini harus dibahas dalam pertemuan dengan tim pengarah untuk mendapat persetujuan. Pembahasan RMK harus mencapai kesepakatan dan harus mendapat persetujuan kedua belah pihak. Kesepakatan ini harus didokumentasikan dalam bentuk berita acara, karena dokumen ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen kontrak.
b. Daftar personil serta tenaga ahli yang akan melaksanakan tugas kegiatan, lama waktu penugasan, serta tugas dan tanggung jawabnya.
c. Uraian secara rinci kegiatan yang akan dilakukan (survai, pengukuran, penyelidikan, analisa dan evaluasi data, inspeksi/test dan kegiatan lainnya yang terkait) yang digambarkan dalam bentuk bagan alir ( flowchart ).
d. Harus menyebutkan standar prosedur, standar desain, pedoman – pedoman atau ketentuan-ketentuan teknis serta instruksi kerja untuk masing – masing kegiatan yang akan diterapkan, serta kriteria penerimaan kegiatan / pekerjaan masing – masing.
e. Metode atau tata cara inspeksi dan test maupun pengendalian yang akan diterapkan, pengaturan waktu pelaksanaan setiap kegiatan inpeksi dan test, serta mencantumkan standar penerimaan kegiatan yang bersangkutan.
f. Produk serta laporan – laporan yang diwajibkan dan jadwal penyerahan.
B. Maksud dan tujuan RMK
Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini menguraikan secara rinci, lengkap dan jelas tentang tata cara melaksanakan kegiatan pembuatan desain, yang disusun sesuai dengan urutan tahap kegiatan, mulai tahap persiapan, tahap pembuatan sampai dengan tahap penerapan dokumen desain.
Penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) dibuat secara jelas dan rinci sesuai urutan untuk setiap kegiatan, dengan maksud agar supaya setiap kegiatan yang berkaitan dengan desain akan menjadi lebih mudah diikuti, mudah dikerjakan, mudah diawasi, dikendalikan, dipantau dan dievalusi, serta mudah dikoreksi atau diperbaiki bilamana terjadi penyimpangan.
Tujuan penyusunan Rencana Mutu (RMK) ini adalah agar hasil pekerjaan yang dilaksanakan berhasil baik sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak) khususnya yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Dan apabila terjadi penyimpangan atau ketidak sesuaian produk, dapat ditelusuri dengan cepat dan mudah.
Rencana Mutu Kontrak (RMK) disusun untuk memantapkan tingkat mutu produk maupun proses atau bahkan bilamana memungkinkan memperbaikai dan meningkatkan mutu produk maupun proses produksi untuk yang akan datang melalui proses kegiatan yang terencana, sistematis dan seragam.
Proses kegiatan yang demikian ini akan memberikan dampak peningkatan efisiensi serta efektivitas dalam hal :
C. Contoh Kegiatan RKM
1. DATA PEKERJAAN
a. Penggunaan tenaga kerja profesionalDengan menerapkan dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK), diharapkan dapat mencegah keraguan bagi para pembina, pengawas maupun pelaksana pekerjaan dalam menafsirkan suatu tata cara kegiatan desain, sehingga dapat dicegah pula kesulitan yang akan timbul selama proses pembuatan dan penerapan. Disamping itu dapat pula dicegah kemungkinan terjadi pemborosan dalam penggunaan dana, pemanfaatan waktu pelaksanaan dan tenaga profesional, serta dapat dicegah kemungkinan terjadi kegagalan atau ketidak berhasilan atau sering terjadi kerusakan bangunan di kemudian hari.
b. Penerapan teknologi bidang Sumber Daya Air yang tepat
c. Penggunaan peralatan survai / penyelidikan yang tepat
d. Pemanfaatan waktu kerja yang lebih singkat
e. Penggunaan anggaran biaya yang lebih hemat.
C. Contoh Kegiatan RKM
1. INFORMASI KEGIATAN
1. DATA PEKERJAAN
- Nama Pekerjaan : REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI
- Lokasi Pekerjaan : Desa Sungai Jernih, Kec. Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci
- Waktu Pelaksanaan : 115 ( Seratus Lima Belas ) hari kalender
- Nama :
- Direktur Utama :
- Nama Pekerjaan : REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI
- Nilai Kontrak : Rp. 427.849.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah).
- Nomor Kontrak Kerja : 610/46.b/DPUPR-4.1/24.01/VIII/2019 Tanggal Kontrak : 30 Agustus 2019
- Nomor SPMK : 48.b/DPUPR-4.1/24.01/SPMK/2019
- Tanggal SPMK : 30 Agustus 2019
- Akhir Pelaksanaan : 22 Desember 2019
- Jenis Kontrak : Lumpsum
- Sumber Dana : APBD Provinsi Jambi
- Tahun Anggaran : 2019
- Waktu Pelaksanaan : 115 ( Seratus Lima Belas ) hari kalender
4. LOKASI PEKERJAAN
Gambar Lokasi Pekerjaan Di Kabupaten Kerinci
Sumber : RTRW Kabupaten Kerinci 2012 – 2032
2. SASARAN MUTU KEGIATAN
Sasaran dari Jasa Konsultansi ini adalah untuk mendapatkan Perencanaan Teknis Pengembangan Daerah Irigasi sehingga dapat meningkatakan luasan wilayah yang diairi untuk irigasi menjadi tanggung jawab kewenangan Kabupaten Kerinci yang akan diusulkan menjadi Kewenangan Provinsi Jambi khususnya di daerah DI. Ulu Jernih Kab. Kerinci, sasaran lainnya mencakup :
a. Melakukan pekerjaan pengukuran dan perencanaan, termasuk pengumpulan data dan inventarisasi, pemasangan benchmark (BM), survey dan pengukuran dan site survey secara detail, desain teknis gambar-gambar rencana dan perhitungan volume pekerjaan BOQ dan RAB untuk seluruh jaringan irigasi yang termasuk dalam kontrak
b. Menentukan daerah pengembangan yang perlu dilakukan pada jaringan irigasi, diantaranya yaitu :Terkait dengan hal tersebut diatas, maka penyedia jasa (konsultan) akan melaksanakan pekerjaan sesuai dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang meliputi uraian atau penjelasan tentang tahap - tahap kegiatan pekerjaan yang harus dilalui, serta ketentuan - ketentuan yang harus dipatuhi untuk memperoleh desain yang bermutu, yaitu sejak tahap persiapan pekerjaan, tahap kegiatan pelaksanaan desain hingga tahap penerapan produk desain.
c. Hasil perencanaan yang telah dilaksanakan harus sedemikian rupa sehingga dengan selesainya pekerjaan konstruksi, kegiatan pengelolaan irigasi yang mencakup Operasi dan Pemeliharaan (O&P) dapat dilaksanakan dengan baik.
- Pengembangan Bendung dan bangunan pelengkapnya
- Pengembangan Saluran pembawa dan Saluran Pembuang
- Penambahan bangunan-bangunan pelengkap apabila diperlukan
Sasaran dari Jasa Konsultansi ini adalah untuk mendapatkan Review Desain D.I Ulu Jernih sehingga dapat menjadi acuan Desain Jaringan Irigasi nantinya di Desa Sungai Jernih Kabupaten Kerinci, sasaran lainnya mencakup
Adapun lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Penyedia Jasa (konsultan) dalam melaksanakan pekerjaan REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI, yang harus dilaksanakan Konsultan adalah dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Sasaran Mutu Kegiatan
No.
|
KEGIATAN
|
PRODUK
|
WAKTU
|
|
A
|
KEGIATAN PERSIAPAN,
|
|||
1
|
Pekerjaan
Pengumpulan Data Sekunder
|
Copy Data
|
September2019
|
|
a.
|
Peta RTRW
|
|||
b. Peta dan Data Tata Guna Lahan
|
||||
c.
|
Peta Geologi
|
|||
d.
Peta Hidroklimatologi
|
||||
e.
Status Tanah dan Dta lainnya yang menunjang
|
||||
2
|
Penyusunan RMK
|
Buku RMK
|
September2019
|
|
a. Isi mengikuti standar yang di tetapkan oleh
PERMEN PU No.4 Th. 2009
|
||||
b. Membahas standar pekerjaan yang akan
dilaksanakan
|
||||
c. Pembuatan jadual pelaksanaan pekerjaan dan
personil
|
||||
d. Pembuatan standar prosedur dan standar desain
|
||||
e. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
||||
3
|
Penyusunan Laporan
Pendahuluan
|
Laporan
|
September2019
|
|
a. Menyiapkan surat menyurat
|
||||
b. Mempersiapkan peralatan lapangan ( GPS, ATK,
Kamera, Peta)
|
||||
c. Koordinasi dengan pemerintah setempat
|
||||
d. Kegiatan survey lokasi rencana lokasi
|
||||
B
|
KEGIATAN SURVEY
LAPANGAN DAN ANALISA
|
|||
1
|
Orientasi Lapangan
dan Identifikasi Lokasi
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
|
a.
|
Identifikasi kondisi eksisting sungai
|
|||
b.
|
Identifikasi lokasi rawan longsor
|
|||
c.
|
Identifikasi masalah banjir dan penyebab
terjadinya longsor
|
|||
d.
|
Survey dan Inventarisasi Sosial Ekonomi
|
|||
e.
|
Survey Identifikasi dan Iventarisasi Angkutan
Sungai
|
|||
2
|
Survey Topografi
dan Penggambaran Hasil Survey
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
|
a.
Inventarisasi BM yang ada, dan penambahan BM baru untuk masing-
masing rencana bangunan
|
||||
b. Pengukuran Sungai Batanghari sepanjang 3 km,
pengukuran dilakukan
pada lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Pengguna
Jasa.
|
||||
c.
Pengukuran dan penggambaran potongan memanjang dan melintang sungai. Setiap
interval 50 meter pada kondisi sungai lurus dan 25 meter atau secukupnya pada
belokan sungai, denga jarak melintang diambil 50 meter ke kiri dan 50 meter
ke kanan dari tepi/tebing sungai, yang dipetakan pada peta situasi skala 1 :
2000, potongan memanjang skala 1 :
2000 dan potongan
melintang skala 1 : 200.
|
||||
d. Pengukuran dan
pemetaan situasi detail 1 : 500 pada rencana bangunan, meliputi 100 m kea rah
hulu dan hilir dari rencana bangunan pengaman
tebing, mencakup situasi rencana tapak bangunan.
|
||||
e.
Laporan Topografi dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
||||
3
|
Survey Mekanika
Tanah
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
||||
a. Sondir (Sondering Test)
|
|||||||
1) Penyelidikan sondir dilakukan pada 8 titik.
|
|||||||
2) Pengeboran ini
dilakukan mencapai 150 kg/cm2.
|
sampai
|
pembacaan
|
hambatan
|
lekat
|
|||
3) Setiap titik
sondir diikatkan dengan titik tetap (BM), sehingga kedalaman sondir
dinyatakan dengan elevasi.
|
|||||||
4)
Grafik hasil pelaksanaan harus menunjukkan hambatan lekat dan jumlah
perlawanan hambatan lekat diplot pada as horizontal terhadap kedalaman kearah horizontal.
|
|||||||
5) Format isian didiskusikan dengan Direksi.
|
|||||||
b. Pengambilan Contoh Tanah
|
|||||||
Untuk mengadakan
penelitian tanah di laboratorium, pengambilan contoh tanah diambil tanah
tidak terganggu (undisturbed soil) dan tanah
terganggu (disturbed soil).
|
|||||||
c. Analisa Laboratorium
|
|||||||
Contoh tanah yang diambil adalah contoh tanah
terganggu dan contoh
tanah tidak terganggu. Pengujian laboratorium
meliputi :
|
|||||||
1)
Index properties,
|
|||||||
2) Engineering Properties.
|
|||||||
Kegiatan mekanika tanah mengikuti standard yang
berlaku (AASHTO dan
ASTM).
|
|||||||
4
|
Survey Hidrologi,
Hidrometri dan Bathimetri
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
||||
a. Mengumpulkan data curah hujan 10 tahun terakhir
|
|||||||
b. Mengumpulkan data iklim minimal 3 tahun
terakhir
|
|||||||
c. Mencari data debit saluran
|
|||||||
d. Melakukan analisis curah hujan
|
|||||||
C
|
KEGIATAN SYSTEM
PLANNING
|
||||||
1
|
Analisa Data
Hidrologi, Hidrometri dan Bathimetri
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
||||
a.
Pengumpulan data curah hujan selama minimal 10 tahun pengamatan.
|
|||||||
b.
Menghitung debit banjir rencana dengan periode ulang 10, 25, 50 serta
100 tahun.
|
|||||||
c. Menghitung hidrograf banjir rancangan.
|
|||||||
d. Pengukuran kedalaman air (sounding) pada air
rata-rata
|
|||||||
e. Pengukuran kecepatan air sungai
|
|||||||
2
|
Analisis
Pengendalian Banjir
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
||||
a. Analisis
morfologi sungai, meliputi; analisis gerakan material sungai, kemungkinan
scouring dan endapan serta analisis profil sungai yang stabil
pada kondisi debit dominan pada lokasi studi.
|
|||||||
b. Analisis hidrolika sungai
|
|||||||
Membuat analisis
hidrolika dan perhitungan perencanaan teknis bangunan sungai untuk mengatasi
kerusakan perkuatan tebing, atau
konstruksi lain yang dapat membuat slope tebing
sungai stabil.
|
|||||||
c. Analisis penyebab dan pengendalian daya rusak
air.
|
|||||||
3
|
Analisa Mekanika
Tanah ( Laboratorium )
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
4
|
Analisa Ekonomi
|
Copy Data
|
Oktober 2019
|
D
|
KEGIATAN DETAIL
DESAIN
|
||
1
|
Detail Desain Bangunan
Pengaman Sungai
|
Copy Data
|
Nov. 2019
|
a.
Menetapkan lokasi, elevasi, dimensi bangunan pengaman tebing, demaga
dan konstruksi lainnya yang diperlukan.
|
|||
b. Membuat kriteria desain dan nota desain terdiri
dari perhitungan hidrolis
bangunan, perhitungan stabilitas struktur.
|
|||
c. Menyusun spesifikasi teknik, perhitungan volume
pekerjaan, RAB
(termasuk analisis harga satuan pekerjaan.
|
|||
d. Menyusun metode kerja setiap konstruksi yang
direncanakan dan yang
akan dikerjakan
|
|||
e. Penyusunan Konsep Pengendalian Kerusakan Tebing
yang disertai dengan
Perencanaan Rinci (Detail Desain)
|
|||
2
|
Penggambaran
|
Copy Data
|
Nov. 2019
|
a. Gambar situasi bangunan skala 1 : 500
|
|||
b. Gambar denah bangunan skala 1 : 100
|
|||
c. Gambar tampang melintang dan memanjang bangunan
skala 1 : 100
|
|||
d. Gambar detail bangunan skala 1 : 10 atau 1: 20.
|
|||
e. Skala dimaksud diatas dapat disesuaikan setelah
mendapat persetujuan
Direksi Pekerjaan.
|
|||
3
|
Laporan Analisa
Biaya
|
Copy Data
|
Nov. 2019
|
a. Menghitung analisis harga satuan
|
|||
b. Membuat rencana anggaran biaya
|
|||
c. Perhitungan volume pekerjaan (BOQ)
|
|||
d. Analisa Rencana Anggaran Biaya (RAB) & Analisa
Ekonomi
|
|||
4
|
Spesifikasi Teknis
dan Metode Pelaksanaan
|
Copy Data
|
Nov. 2019
|
a. Berisi speksifikasi pekerjaan
|
|||
b.
Berisi langkah pekerjaan pekerjaan konstruksi
|
|||
c. Membuat
Spesifikasi Teknis
|
|||
d. Membuat Metode
Pelaksanaan
|
|||
E
|
KEGIATAN PELAPORAN
|
||
1
|
Laporan
Pendahuluan
|
Laporan
|
Sept. 2019
|
a. Laporan ini berisi gambaran umum, metodologi
dan rencana kerja
|
|||
b. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
2
|
Laporan Bulanan
|
Laporan
|
Tipa Bulan
|
a.
Laporan ini berisi progres kemajuan pekerjaan
|
|||
b. Rencana pekerjaan selanjutnya
|
|||
c. Kendala-kendala yang mungkin ada dilapangan
|
|||
d. Jadwal pelaksanaan pekerjaan
|
|||
1) Jadwal personil, peralatan dan absensi tenaga
ahli
|
|||
2) Progress bulanan dan mingguan
|
|||
3) Diserahkan pada akhir bulan
|
4) Dibuat dalam 3 ( Tiga ) exsemplar setiap
bulannya
|
|||
3
|
Laporan
Pertengahan ( Antara )
|
Laporan
|
Okt. 2019
|
a. Laporan ini berisi hasil survey yang telah
dilakukan atau sedang dilakukan
|
|||
b.
Analisis sementara terhadap pekerjaan review
|
|||
c.
Analisis sementara hasil survey yang telah dilakukan
|
|||
d. Analisis sementara untuk perencanaan saluran
dan bangunan
|
|||
e. Dibuat dalam 5 ( lima ) exsemplar
|
|||
4
|
Konsep Laporan
Akhir
|
Laporan
|
Nov. 2019
|
a. Laporan ini berisi hasil survey yang telah
dilakukan atau sedang dilakukan
|
|||
b. Hasil analisis terhadap pekerjaan review
|
|||
c. Hasil analisis hasil survey yang telah
dilakukan
|
|||
d. Hasil analisis untuk perencanaan saluran dan
bangunan
|
|||
e.
Hasil analisis perhitungan rencana anggaran biaya
|
|||
f. Kesimpulan dan rekomendasi
|
|||
g. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
5
|
Laporan Akhir
|
Laporan
|
Nov. 2019
|
a. Laporan ini berisi hasil survey yang telah
dilakukan atau sedang dilakukan
|
|||
b. Hasil analisis terhadap pekerjaan review
|
|||
c. Hasil analisis hasil survey yang telah
dilakukan
|
|||
d. Hasil analisis untuk perencanaan saluran dan
bangunan
|
|||
e.
Hasil analisis perhitungan rencana anggaran biaya
|
|||
f. Kesimpulan dan rekomendasi
|
|||
g. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
6
|
Laporan Pengukuran
|
Laporan
|
Nov. 2019
|
a. Berisi perhitungan hasil pengukuran dilapangan
|
|||
b. Metodologi yang dipergunakan dalam pengukuran
|
|||
c. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
7
|
Laporan Mekanika Tanah
|
Laporan
|
Nov. 2019
|
Berisi
hasil perhitungan investigasi dilapangan
|
|||
Metodologi yang dipergunakan dalam inverstigasi
|
|||
Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
8
|
Laporan Hidrologi
dan Hidrometri
|
Laporan
|
Nov. 2019
|
Berisi analisis data curah hujan dan iklim
|
|||
Hasil perhitungan kebutuhan air
|
|||
Hasil perhitungan ketersediaan air
|
|||
Hasil
perhitungan neraca air
|
|||
Hasil
perhitungan debit banjir jika dibutuhkan
|
|||
Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
9
|
RAB dan BOQ
|
Laporan
|
Des. 2019
|
Berisi analisis harga satuan
|
|||
Hasil perhitungan volume pekerjaan
|
Hasil perhitungan rencana anggaran biaya pekerjaan
|
|||
Dibuat dalam 10 (Sepuluh) exsemplar
|
|||
10
|
Nota Desain
|
Laporan
|
Nov. 2019
|
a. Analisa lokasi, elevasi, dimensi bangunan
pengaman tebing, demaga dan
konstruksi lainnya yang diperlukan.
|
|||
b. analisa kriteria desain dan nota desain terdiri
dari perhitungan hidrolis
bangunan, perhitungan stabilitas struktur.
|
|||
c. Penyusunan Konsep Pengendalian Kerusakan Tebing
yang disertai dengan
Perencanaan Rinci (Detail Desain)
|
|||
d.
Hasil perhitungan stabilitas bangunan
|
|||
e
Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar
|
|||
12
|
Album
Gambar Desain
|
Album
Gambar
|
Des.
2019
|
1. Cetakan A1
|
|||
F
|
DISKUSI
|
||
1
|
Diskusi Laporan Pendahuluan
|
Hand out
|
Sept. 2019
|
2
|
Diskusi Laporan Pertengahan
|
Hand out
|
Okt. 2019
|
3
|
Diskusi Konsep Laporan Akhir
|
Hand out
|
Des. 2019
|
3. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN
Bagan alir pelaksanaan kegiatan pekerjaan adalah suatu penggambaran urutan rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang diawali dengan kata “mulai”, terdiri dari kegiatan proses pekerjaan, pengecekan pekerjaan serta hasil pekerjaan yang kesemuanya itu akan diakhiri dengan kata “selesai”. Bagan alir pelaksanaan pekerjaan akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu pekerjaan baik itu pengguna jasa maupun penyedia jasa untuk menentukan urutan langkah demi langkah yang akan dilaksanakan sehingga pola kerja akan benar-benar terarah, terpadu dan teratur dengan harapan hasil pekerjaan yang didapatkan juga akan maksimal. Dengan adanya bagan alir pelaksanaan pekerjaan diharapkan juga akan terjadi sinkronisasi hubungan kerja antar personil dalam konsultan sebagai penyedia jasa maupun hubungan antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.
Secara umum kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI meliputi beberapa tahap pelaksanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Gambar 7.1. berikut ini adalah bagan alir pelaksanaan kegiatan pekerjaan yang menggambarkan arus kegiatan dari awal sampai akhir pekerjaan.
Gambar Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan
Gambar Bagan Alir Pencairan Uang Muka
Sumber:









