Jumat, 24 Juli 2020

Uraian Rencana Mutu Kontrak

RENCANA MUTU KONTRAK
(RMK)


A. Pengertian RMK

Rencana Mutu Kontrak (RMK) adalah merupakan suatu persyaratan dalam rangka pencapaian Kerangka Acuan Kerja (KAK). Sesuai isi dokumen kontrak, maka konsultan diwajibkan untuk menerapkan sistem manajemen mutu (SMM) yang merupakan panduan pengendalian proses mutu terutama untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Rencana Mutu Kontrak (RMK) digunakan untuk memonitor dan menilai KAK yang melekat pada kontrak, selain itu juga digunakan untuk menentukan pengendalian proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Dalam penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini digunakan beberapa referensi, antara lain :
a. Kerangka Acuan Kerja (KAK)
b. Dokumen - dokumen yang tersedia (disediakan)
c. Daftar peralatan yang akan digunakan dan yang akan dipasang
d. Jadwal pelaksanaan pekerjaan
e. Standar Prosedur (SP), Standar Disain (SD), Inspeksi dan Tes (IT).
f. Struktur organisasi pelaksana pekerjaan
g. Uraian tugas setiap pejabat pelaksana pekerjaan
h. Dan lain lain
Berdasarkan surat keputusan Dirjen Pengairan No. 30/KPTS/A tahun 1999 tentang Pedoman-Pedoman dalam Rangka Pelaksanaan sistem manajemen mutu (SMM) dilakukan kebijaksanaan melalui penerapan jaminan mutu. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan beberapa peraturan perundang-undangan serta beberapa ketentuan yang berlaku antara lain :
  1. Perpres RI No 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (Pengganti Keppres RI No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah).
  2. Peraturan Menteri PU No. 04/PRT/M tahun 2009 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM) Departemen PU.
  3. Surat Keputusan Direktur SDA No. 177/KPTS/D tahun 2003 tentang Penyempurnaan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Jaminan Mutu.
  4. Keputusan Direktur Jenderal SDA No. 03/KPTS/D/2005 tentang Prosedur – Prosedur dalam rangka pelaksanaan penerapan jaminan mutu bidang SDA.
Konsultan yang ditunjuk atau mendapat tugas untuk melaksanakan pekerjaan desain, harus menyusun RMK berdasarkan pedoman penyusunan RMK yang telah ditetapkan atau disepakati bersama sebelum melaksanakan pekerjaan.

Rencana Mutu Kontrak (RMK) harus mencerminkan pengaturan kegiatan yang akan dilakukan serta sarana yang akan disiapkan sebagai berikut :
a. Bentuk susunan organisasi pelaksana pekerjaan di lapangan, pembagian tugas dan kewenangan serta mekanisme hubungan kerja.

b. Daftar personil serta tenaga ahli yang akan melaksanakan tugas kegiatan, lama waktu penugasan, serta tugas dan tanggung jawabnya.

c. Uraian secara rinci kegiatan yang akan dilakukan (survai, pengukuran, penyelidikan, analisa dan evaluasi data, inspeksi/test dan kegiatan lainnya yang terkait) yang digambarkan dalam bentuk bagan alir ( flowchart ).

d. Harus menyebutkan standar prosedur, standar desain, pedoman – pedoman atau ketentuan-ketentuan teknis serta instruksi kerja untuk masing – masing kegiatan yang akan diterapkan, serta kriteria penerimaan kegiatan / pekerjaan masing – masing.

e. Metode atau tata cara inspeksi dan test maupun pengendalian yang akan diterapkan, pengaturan waktu pelaksanaan setiap kegiatan inpeksi dan test, serta mencantumkan standar penerimaan kegiatan yang bersangkutan.

f. Produk serta laporan – laporan yang diwajibkan dan jadwal penyerahan.
Dokumen RMK ini harus dibahas dalam pertemuan dengan tim pengarah untuk mendapat persetujuan. Pembahasan RMK harus mencapai kesepakatan dan harus mendapat persetujuan kedua belah pihak. Kesepakatan ini harus didokumentasikan dalam bentuk berita acara, karena dokumen ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen kontrak.

B. Maksud dan tujuan RMK

Maksud dari penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini adalah untuk mempermudah pedoman pelaksanaan pekerjaan dalam pengendalian proses pekerjaan, baik bagi penentu kebijakan maupun pelaksana serta dapat diketahui secara dini jika terjadi penyimpangan melalui inspeksi atau pengecekan mutu pekerjaan.

Rencana Mutu Kontrak (RMK) ini menguraikan secara rinci, lengkap dan jelas tentang tata cara melaksanakan kegiatan pembuatan desain, yang disusun sesuai dengan urutan tahap kegiatan, mulai tahap persiapan, tahap pembuatan sampai dengan tahap penerapan dokumen desain.

Penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) dibuat secara jelas dan rinci sesuai urutan untuk setiap kegiatan, dengan maksud agar supaya setiap kegiatan yang berkaitan dengan desain akan menjadi lebih mudah diikuti, mudah dikerjakan, mudah diawasi, dikendalikan, dipantau dan dievalusi, serta mudah dikoreksi atau diperbaiki bilamana terjadi penyimpangan.

Tujuan penyusunan Rencana Mutu (RMK) ini adalah agar hasil pekerjaan yang dilaksanakan berhasil baik sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak) khususnya yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Dan apabila terjadi penyimpangan atau ketidak sesuaian produk, dapat ditelusuri dengan cepat dan mudah.

Rencana Mutu Kontrak (RMK) disusun untuk memantapkan tingkat mutu produk maupun proses atau bahkan bilamana memungkinkan memperbaikai dan meningkatkan mutu produk maupun proses produksi untuk yang akan datang melalui proses kegiatan yang terencana, sistematis dan seragam.

Proses kegiatan yang demikian ini akan memberikan dampak peningkatan efisiensi serta efektivitas dalam hal :
a. Penggunaan tenaga kerja profesional
b. Penerapan teknologi bidang Sumber Daya Air yang tepat
c. Penggunaan peralatan survai / penyelidikan yang tepat
d. Pemanfaatan waktu kerja yang lebih singkat
e. Penggunaan anggaran biaya yang lebih hemat.
Dengan menerapkan dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK), diharapkan dapat mencegah keraguan bagi para pembina, pengawas maupun pelaksana pekerjaan dalam menafsirkan suatu tata cara kegiatan desain, sehingga dapat dicegah pula kesulitan yang akan timbul selama proses pembuatan dan penerapan. Disamping itu dapat pula dicegah kemungkinan terjadi pemborosan dalam penggunaan dana, pemanfaatan waktu pelaksanaan dan tenaga profesional, serta dapat dicegah kemungkinan terjadi kegagalan atau ketidak berhasilan atau sering terjadi kerusakan bangunan di kemudian hari.

C. Contoh Kegiatan RKM

1. INFORMASI KEGIATAN

1. DATA PEKERJAAN
  • Nama Pekerjaan : REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI
  • Lokasi Pekerjaan : Desa Sungai Jernih, Kec. Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci
  • Waktu Pelaksanaan : 115 ( Seratus Lima Belas ) hari kalender
2. DATA PENYEDIA JASA
  • Nama :
  • Direktur Utama :
3. DATA KONTRAK
  • Nama Pekerjaan : REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI
  • Nilai Kontrak : Rp. 427.849.000,- (Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah).
  • Nomor Kontrak Kerja : 610/46.b/DPUPR-4.1/24.01/VIII/2019 Tanggal Kontrak : 30 Agustus 2019
  • Nomor SPMK : 48.b/DPUPR-4.1/24.01/SPMK/2019
  • Tanggal SPMK : 30 Agustus 2019
  • Akhir Pelaksanaan : 22 Desember 2019
  • Jenis Kontrak : Lumpsum
  • Sumber Dana : APBD Provinsi Jambi
  • Tahun Anggaran : 2019
  • Waktu Pelaksanaan : 115 ( Seratus Lima Belas ) hari kalender
4. LOKASI PEKERJAAN

Lokasi Pekerjaan REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI adalah di Desa Sungai Jernih Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi seperti terlihat pada gambar berikut.

Gambar Lokasi Pekerjaan Di Kabupaten Kerinci


Sumber : RTRW Kabupaten Kerinci 2012 – 2032

2. SASARAN MUTU KEGIATAN

Sasaran dari Jasa Konsultansi ini adalah untuk mendapatkan Perencanaan Teknis Pengembangan Daerah Irigasi sehingga dapat meningkatakan luasan wilayah yang diairi untuk irigasi menjadi tanggung jawab kewenangan Kabupaten Kerinci yang akan diusulkan menjadi Kewenangan Provinsi Jambi khususnya di daerah DI. Ulu Jernih Kab. Kerinci, sasaran lainnya mencakup : 
a. Melakukan pekerjaan pengukuran dan perencanaan, termasuk pengumpulan data dan inventarisasi, pemasangan benchmark (BM), survey dan pengukuran dan site survey secara detail, desain teknis gambar-gambar rencana dan perhitungan volume pekerjaan BOQ dan RAB untuk seluruh jaringan irigasi yang termasuk dalam kontrak 
b. Menentukan daerah pengembangan yang perlu dilakukan pada jaringan irigasi, diantaranya yaitu :
  • Pengembangan Bendung dan bangunan pelengkapnya
  • Pengembangan Saluran pembawa dan Saluran Pembuang
  • Penambahan bangunan-bangunan pelengkap apabila diperlukan
c. Hasil perencanaan yang telah dilaksanakan harus sedemikian rupa sehingga dengan selesainya pekerjaan konstruksi, kegiatan pengelolaan irigasi yang mencakup Operasi dan Pemeliharaan (O&P) dapat dilaksanakan dengan baik.
Terkait dengan hal tersebut diatas, maka penyedia jasa (konsultan) akan melaksanakan pekerjaan sesuai dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang meliputi uraian atau penjelasan tentang tahap - tahap kegiatan pekerjaan yang harus dilalui, serta ketentuan - ketentuan yang harus dipatuhi untuk memperoleh desain yang bermutu, yaitu sejak tahap persiapan pekerjaan, tahap kegiatan pelaksanaan desain hingga tahap penerapan produk desain.

Sasaran dari Jasa Konsultansi ini adalah untuk mendapatkan Review Desain D.I Ulu Jernih sehingga dapat menjadi acuan Desain Jaringan Irigasi nantinya di Desa Sungai Jernih Kabupaten Kerinci, sasaran lainnya mencakup

Adapun lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Penyedia Jasa (konsultan) dalam melaksanakan pekerjaan REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI, yang harus dilaksanakan Konsultan adalah dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Sasaran Mutu Kegiatan


No.
KEGIATAN
PRODUK
WAKTU
A
KEGIATAN PERSIAPAN,






1
Pekerjaan Pengumpulan Data Sekunder
Copy Data
September2019

a.
Peta RTRW



b. Peta dan Data Tata Guna Lahan



c.
Peta Geologi



d. Peta Hidroklimatologi



e. Status Tanah dan Dta lainnya yang menunjang






2
Penyusunan RMK
Buku RMK
September2019

a. Isi mengikuti standar yang di tetapkan oleh PERMEN PU No.4 Th. 2009



b. Membahas standar pekerjaan yang akan dilaksanakan



c. Pembuatan jadual pelaksanaan pekerjaan dan personil



d. Pembuatan standar prosedur dan standar desain



e. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






3
Penyusunan Laporan Pendahuluan
Laporan
September2019

a. Menyiapkan surat menyurat



b. Mempersiapkan peralatan lapangan ( GPS, ATK, Kamera, Peta)



c. Koordinasi dengan pemerintah setempat



d. Kegiatan survey lokasi rencana lokasi






B
KEGIATAN SURVEY LAPANGAN DAN ANALISA






1
Orientasi Lapangan dan Identifikasi Lokasi
Copy Data
Oktober 2019





a.
Identifikasi kondisi eksisting sungai



b.
Identifikasi lokasi rawan longsor



c.
Identifikasi masalah banjir dan penyebab terjadinya longsor



d.
Survey dan Inventarisasi Sosial Ekonomi



e.
Survey Identifikasi dan Iventarisasi Angkutan Sungai






2
Survey Topografi dan Penggambaran Hasil Survey
Copy Data
Oktober 2019





a. Inventarisasi BM yang ada, dan penambahan BM baru untuk masing-
masing rencana bangunan



b. Pengukuran Sungai Batanghari sepanjang 3 km, pengukuran dilakukan
pada lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Pengguna Jasa.



c. Pengukuran dan penggambaran potongan memanjang dan melintang sungai. Setiap interval 50 meter pada kondisi sungai lurus dan 25 meter atau secukupnya pada belokan sungai, denga jarak melintang diambil 50 meter ke kiri dan 50 meter ke kanan dari tepi/tebing sungai, yang dipetakan pada peta situasi skala 1 : 2000, potongan memanjang skala 1 :
2000 dan potongan melintang skala 1 : 200.



d. Pengukuran dan pemetaan situasi detail 1 : 500 pada rencana bangunan, meliputi 100 m kea rah hulu dan hilir dari rencana bangunan pengaman
tebing, mencakup situasi rencana tapak bangunan.



e. Laporan Topografi dibuat dalam 5 (lima) exsemplar



3
Survey Mekanika Tanah
Copy Data
Oktober 2019

a. Sondir (Sondering Test)



1) Penyelidikan sondir dilakukan pada 8 titik.



2) Pengeboran ini dilakukan mencapai 150 kg/cm2.
sampai
pembacaan
hambatan
lekat



3) Setiap titik sondir diikatkan dengan titik tetap (BM), sehingga kedalaman sondir dinyatakan dengan elevasi.



4) Grafik hasil pelaksanaan harus menunjukkan hambatan lekat dan jumlah perlawanan hambatan lekat diplot pada as horizontal terhadap kedalaman kearah horizontal.



5) Format isian didiskusikan dengan Direksi.



b. Pengambilan Contoh Tanah



Untuk mengadakan penelitian tanah di laboratorium, pengambilan contoh tanah diambil tanah tidak terganggu (undisturbed soil) dan tanah
terganggu (disturbed soil).



c. Analisa Laboratorium



Contoh tanah yang diambil adalah contoh tanah terganggu dan contoh
tanah tidak terganggu. Pengujian laboratorium meliputi :



1) Index properties,



2) Engineering Properties.







Kegiatan mekanika tanah mengikuti standard yang berlaku (AASHTO dan
ASTM).






4
Survey Hidrologi, Hidrometri dan Bathimetri
Copy Data
Oktober 2019

a. Mengumpulkan data curah hujan 10 tahun terakhir



b. Mengumpulkan data iklim minimal 3 tahun terakhir



c. Mencari data debit saluran



d. Melakukan analisis curah hujan






C
KEGIATAN SYSTEM PLANNING


1
Analisa Data Hidrologi, Hidrometri dan Bathimetri
Copy Data
Oktober 2019

a. Pengumpulan data curah hujan selama minimal 10 tahun pengamatan.



b. Menghitung debit banjir rencana dengan periode ulang 10, 25, 50 serta
100 tahun.



c. Menghitung hidrograf banjir rancangan.



d. Pengukuran kedalaman air (sounding) pada air rata-rata



e. Pengukuran kecepatan air sungai






2
Analisis Pengendalian Banjir
Copy Data
Oktober 2019

a. Analisis morfologi sungai, meliputi; analisis gerakan material sungai, kemungkinan scouring dan endapan serta analisis profil sungai yang stabil
pada kondisi debit dominan pada lokasi studi.



b. Analisis hidrolika sungai



Membuat analisis hidrolika dan perhitungan perencanaan teknis bangunan sungai untuk mengatasi kerusakan perkuatan tebing, atau
konstruksi lain yang dapat membuat slope tebing sungai stabil.



c. Analisis penyebab dan pengendalian daya rusak air.



3
Analisa Mekanika Tanah ( Laboratorium )
Copy Data
Oktober 2019
4
Analisa Ekonomi
Copy Data
Oktober 2019




D
KEGIATAN DETAIL DESAIN


1
Detail Desain Bangunan Pengaman Sungai
Copy Data
Nov. 2019

a. Menetapkan lokasi, elevasi, dimensi bangunan pengaman tebing, demaga
dan konstruksi lainnya yang diperlukan.



b. Membuat kriteria desain dan nota desain terdiri dari perhitungan hidrolis
bangunan, perhitungan stabilitas struktur.



c. Menyusun spesifikasi teknik, perhitungan volume pekerjaan, RAB
(termasuk analisis harga satuan pekerjaan.



d. Menyusun metode kerja setiap konstruksi yang direncanakan dan yang
akan dikerjakan



e. Penyusunan Konsep Pengendalian Kerusakan Tebing yang disertai dengan
Perencanaan Rinci (Detail Desain)






2
Penggambaran
Copy Data
Nov. 2019

a. Gambar situasi bangunan skala 1 : 500



b. Gambar denah bangunan skala 1 : 100



c. Gambar tampang melintang dan memanjang bangunan skala 1 : 100



d. Gambar detail bangunan skala 1 : 10 atau 1: 20.



e. Skala dimaksud diatas dapat disesuaikan setelah mendapat persetujuan
Direksi Pekerjaan.






3
Laporan Analisa Biaya
Copy Data
Nov. 2019

a. Menghitung analisis harga satuan



b. Membuat rencana anggaran biaya



c. Perhitungan volume pekerjaan (BOQ)



d. Analisa Rencana Anggaran Biaya (RAB) & Analisa Ekonomi






4
Spesifikasi Teknis dan Metode Pelaksanaan
Copy Data
Nov. 2019

a. Berisi speksifikasi pekerjaan



b. Berisi langkah pekerjaan pekerjaan konstruksi



c. Membuat Spesifikasi Teknis



d. Membuat Metode Pelaksanaan






E
KEGIATAN PELAPORAN


1
Laporan Pendahuluan
Laporan
Sept. 2019

a. Laporan ini berisi gambaran umum, metodologi dan rencana kerja



b. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






2
Laporan Bulanan
Laporan
Tipa Bulan

a. Laporan ini berisi progres kemajuan pekerjaan



b. Rencana pekerjaan selanjutnya



c. Kendala-kendala yang mungkin ada dilapangan



d. Jadwal pelaksanaan pekerjaan



1) Jadwal personil, peralatan dan absensi tenaga ahli



2) Progress bulanan dan mingguan



3) Diserahkan pada akhir bulan




4) Dibuat dalam 3 ( Tiga ) exsemplar setiap bulannya






3
Laporan Pertengahan ( Antara )
Laporan
Okt. 2019





a. Laporan ini berisi hasil survey yang telah dilakukan atau sedang dilakukan



b. Analisis sementara terhadap pekerjaan review



c. Analisis sementara hasil survey yang telah dilakukan



d. Analisis sementara untuk perencanaan saluran dan bangunan



e. Dibuat dalam 5 ( lima ) exsemplar






4
Konsep Laporan Akhir
Laporan
Nov. 2019

a. Laporan ini berisi hasil survey yang telah dilakukan atau sedang dilakukan



b. Hasil analisis terhadap pekerjaan review



c. Hasil analisis hasil survey yang telah dilakukan



d. Hasil analisis untuk perencanaan saluran dan bangunan



e. Hasil analisis perhitungan rencana anggaran biaya



f. Kesimpulan dan rekomendasi



g. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






5
Laporan Akhir
Laporan
Nov. 2019

a. Laporan ini berisi hasil survey yang telah dilakukan atau sedang dilakukan



b. Hasil analisis terhadap pekerjaan review



c. Hasil analisis hasil survey yang telah dilakukan



d. Hasil analisis untuk perencanaan saluran dan bangunan



e. Hasil analisis perhitungan rencana anggaran biaya



f. Kesimpulan dan rekomendasi



g. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






6
Laporan Pengukuran
Laporan
Nov. 2019

a. Berisi perhitungan hasil pengukuran dilapangan



b. Metodologi yang dipergunakan dalam pengukuran



c. Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






7
Laporan Mekanika Tanah
Laporan
Nov. 2019

Berisi hasil perhitungan investigasi dilapangan



Metodologi yang dipergunakan dalam inverstigasi



Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






8
Laporan Hidrologi dan Hidrometri
Laporan
Nov. 2019

Berisi analisis data curah hujan dan iklim



Hasil perhitungan kebutuhan air



Hasil perhitungan ketersediaan air



Hasil perhitungan neraca air



Hasil perhitungan debit banjir jika dibutuhkan



Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






9
RAB dan BOQ
Laporan
Des. 2019

Berisi analisis harga satuan



Hasil perhitungan volume pekerjaan




Hasil perhitungan rencana anggaran biaya pekerjaan



Dibuat dalam 10 (Sepuluh) exsemplar






10
Nota Desain
Laporan
Nov. 2019

a. Analisa lokasi, elevasi, dimensi bangunan pengaman tebing, demaga dan
konstruksi lainnya yang diperlukan.



b. analisa kriteria desain dan nota desain terdiri dari perhitungan hidrolis
bangunan, perhitungan stabilitas struktur.



c. Penyusunan Konsep Pengendalian Kerusakan Tebing yang disertai dengan
Perencanaan Rinci (Detail Desain)



d. Hasil perhitungan stabilitas bangunan



e Dibuat dalam 5 (lima) exsemplar






12
Album Gambar Desain
Album
Gambar
Des. 2019

1. Cetakan A1






F
DISKUSI






1
Diskusi Laporan Pendahuluan
Hand out
Sept. 2019
2
Diskusi Laporan Pertengahan
Hand out
Okt. 2019
3
Diskusi Konsep Laporan Akhir
Hand out
Des. 2019





3. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN

Bagan alir pelaksanaan kegiatan pekerjaan adalah suatu penggambaran urutan rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang diawali dengan kata “mulai”, terdiri dari kegiatan proses pekerjaan, pengecekan pekerjaan serta hasil pekerjaan yang kesemuanya itu akan diakhiri dengan kata “selesai”. Bagan alir pelaksanaan pekerjaan akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu pekerjaan baik itu pengguna jasa maupun penyedia jasa untuk menentukan urutan langkah demi langkah yang akan dilaksanakan sehingga pola kerja akan benar-benar terarah, terpadu dan teratur dengan harapan hasil pekerjaan yang didapatkan juga akan maksimal. Dengan adanya bagan alir pelaksanaan pekerjaan diharapkan juga akan terjadi sinkronisasi hubungan kerja antar personil dalam konsultan sebagai penyedia jasa maupun hubungan antara penyedia jasa dengan pengguna jasa. 

Secara umum kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan REVIEW DESAIN JARINGAN IRIGASI D.I. ULU JERNIH KABUPATEN KERINCI meliputi beberapa tahap pelaksanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Gambar 7.1. berikut ini adalah bagan alir pelaksanaan kegiatan pekerjaan yang menggambarkan arus kegiatan dari awal sampai akhir pekerjaan.

Gambar Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan






Gambar Bagan Alir Pencairan Uang Muka






Sumber: