MANAJEMEN PENGENDALIAN MUTU, TEPAT BIAYA,
TEPAT MUTU, DAN TEPAT WAKTU
1. Manajemen Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu
merupakan suatu upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan, sistematis,
dan objektif dalam memantau dan menilai barang, jasa, maupun pelayanan yang
dihasilkan perusahaan atau institusi dibandingkan dengan standar yang
ditetapkan serta menyelesaikan masalah yang ditemukan dengan tujuan untuk
memperbaiki mutu.
Manajemen mutu merupakan suatu proses manajemen dengan pendekatan
perilaku atau budaya organisasi yang berorientasi pada peningkatan mutu
terus-menerus dan kepuasan pelanggan dengan dukungan komitmen kepemimpinan,
kebersamaan karyawan serta secara lintas fungsional, menyeluruh terpadu dengan
pendekatan sistem dan di dasari metode ilmiah dan pemecahan masalah serta
pengambilan keputusan.
Dalam
rekayasa dan manufaktur,
pengendalian mutu atau pengendalian kualitas melibatkan
pengembangan sistem untuk memastikan bahwa produk
dan jasa
yang dirancang dan diproduksi untuk memenuhi atau melampaui persyaratan dari pelanggan
maupun produsen sendiri. Sistem-sistem ini sering dikembangkan bersama dengan
disiplin bisnis atau rekayasa lainnya dengan menggunakan pendekatan lintas
fungsional.
-
Manajemen Pengendalian Mutu Menurut Para Ahli
1) W. Edward Deming,
seorang konsultan manajemen dan pakar mutu, menyatakan bahwa penggunaan
statistik untuk menganalisis variabilitas dan proses-proses produksi adalah
sangat penting. Sebuah, produksi yang dikelola dengan baik adalah organisasi
yang pengendalian statistiknya mengurangi variabilitas dan menghasilkan mutu
produk yang seragam serta keluaran jumlah produk yang mudah diramalkan. Deming
memperkenalkan konsep 14 pengendalian mutu produk yang dikenal dengan istilah Deming's 14 points dan juga konsep PDCA (Plan, Do, Check, Act) sebagai
langkah-langkah sistematis dalam pengendalian mutu.
2) Joseph M Juran
menyatakan bahwa pengendalian mutu perlu memperhatikan tahap-tahap perencanaan,
pengendalian, dan perbaikan, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan trilogi
Juran. Ahli lainnya yaitu Philip Crosby menitikberatkan pada pentingnya
melibatkan semua orang pada proses produksi agar setiap orang berusaha
mewujudkan kesesuaian produk/jasa terhadap persyaratan yang telah ditentukan.
Sementara itu Armand V. Feigenbaum berpendapat bahwa perlu adanya
komitmen total upaya
manajemen dan pegawai untuk meningkatkan mutu produk/jasa yang dihasilkan.
3) Menurut
Ishikawa dalam M. N. Nasution (2001), manajemen mutu adalah
gabungan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua
orang ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork,
produktivitas, dan kepuasan pelanggan.
4) Menurut
Ahyari (1999:239) pengendalian mutu merupakan suatu aktivitas manajemen produksi dan operasi untuk menjaga dan mengarahkan
agar kualitas barang dan jasa
perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana yang direncanakan.
5) Menurut
Prawirosentono (2004:75) pengendalian mutu merupakan upaya untuk mencapai dan mempertahankan standar bentuk, kegunaan, serta warna yang direncanakan.
6) Menurut
Assauri (1999:210) pengendalian mutu adalah kegiatan untuk memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal mutu
(standar) dapat tercermin dalam hasil akhir.
-
Tujuan Dan Manfaat Pengendalian Mutu
Tujuan pengendalian mutu meliputi dua tahap, yaitu tujuan antara dan tujuan akhir.
Tujuan antara pengendalian mutu adalah agar dapat diketahui
mutu barang, jasa, maupun pelayanan yang dihasilkan. Tujuan akhirnya
yaitu untuk dapat meningkatkan mutu barang, jasa, maupun pelayanan yang dihasilkan.
Mengapa
pengendalian mutu penting dilakukan? Karena dapat meningkatkan indeks kepuasan
mutu (quality satisfaction index), produktivitas
dan efisiensi, laba/keuntungan, pangsa pasar, moral dan semangat karyawan, serta kepuasan pelanggan.
Terdapat
lima dimensi pokok mutu, yaitu sebagai berikut :
1) Bukti langsung
(tangible), terdiri dari fasilitas
fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi. Contohnya dalam
hal pelayanan gizi di poliklinik suatu rumah sakit, maka pasien melihat mutu
pelayanan dari fasilitas ruangan yang memadai, food model, perlengkapan pengukur status gizi, dan sebagainya.
2) Keandalan (reliability), merupakan kemampuan
perusahaan/institusi dalam memberi pelayanan yang dijanjikan dengan segera,
akurat, dan memuaskan. Contohnya dalam hal pelayanan gizi yaitu janji ditepati
sesuai jadwal, anjuran diet terbukti akurat, dan sebagainya.
3) Daya tanggap (responsiveness), yaitu dapat diakses,
tidak lama menunggu, serta bersedia mendengar keluh kesah konsumen.
4) standar yang
ditetapkan serta menyelesaikan masalah yang ditemukan dengan tujuan untuk
memperbaiki mutu.
5) Empati, merupakan
kemudahan berhubungan, berkomunikasi, perhatian pribadi, serta memahami
kebutuhan konsumen.
2.
Tepat
Biaya
Tepat biaya maksudnya adalah
pengendalian biaya dalam suatu proyek agar menghasilkan biaya yang
kompetitif dengan mutu yang dapat dipertanggung jawabkan memenuhi persyaratan
pelanggan, guna diperoleh hasil yang memuaskan bagi pengguna jasa sesuai
ketentuan dan persyaratan dalam spesifikasi teknik. Dan tidak boleh melebihi
anggaran (TIME SCHEDULE).
Biaya
mutu merupakan biaya yang terjadi karena kemungkinan adanya mutu produk maupun
jasa yang rendah. Terdapat berbagai macam model biaya mutu, antara lain P - A -
F Model (Prevention - Appraisal -
Failure), Process Cost Model, serta
Life Cycle Model. Namun yang akan
dibahas di sini hanya salah satu saja yaitu P-A-F Model.
P-A-F Model terdiri dari tiga komponen, yaitu
biaya pencegahan, biaya penilaian/pengkajian, dan biaya kegagalan. Biaya
kegagalan terdiri dari dua aspek, yaitu biaya kegagalan internal dan biaya
kegagalan eksternal. Secara rinci setiap komponen biaya adalah sebagai berikut :
-
Biaya Pencegahan (Prevention costs)
Biaya pencegahan
merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan yang dimaksudkan
untuk menurunkan kuantitas produk yang tidak memenuhi spesifikasi mutu yang telah
ditetapkan sehingga dapat menurunkan biaya kegagalan. Biaya pencegahan meliputi
perencanaan mutu, program pelatihan mutu, pelaporan mutu, penilaian pemasok,
serta pemeriksaan mutu.
-
Biaya Pengkajian (Appraisal costs)
Biaya pengkajian
merupakan biaya yang menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai
dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Biaya ini meliputi: biaya
pengujian bahan baku, biaya inspeksi pengemasan, biaya aktivitas pengawasan, serta product acceptance dan
process acceptance. Product
acceptance adalah pengambilan sample dari satu batch produk jadi untuk menentukan apakah produk dalam batch tersebut memenuhi persyaratan mutu
yang telah ditetapkan. Process acceptance
adalah pengambilan sample dari proses produksi yang sedang berjalan untuk
melihat apakah proses produksi berjalan dalam kendali dan tidak menghasilkan
produk yang cacat atau rusak.
-
Biaya Kegagalan (Failure costs)
Biaya kegagalan
terdiri dari biaya kegagalan internal
dan biaya kegagalan eksternal, yaitu:
Internal failure costs, merupakan biaya yang
dikeluarkan karena terjadi
Ketidak sesuaian produk. dengan
spesifikasi mutu yang dideteksi sebelum ada di tangan konsumen. Biaya ini
meliputi biaya sisa bahan (scrap), biaya
pengerjaan ulang, biaya pengetesan ulang, serta biaya perubahan desain.
External failure costs, merupakan biaya yang
dikeluarkan karena terjadi ketidaksesuaian produk dengan spesifikasi mutu yang
dideteksi setelah produk berada di tangan konsumen. Biaya ini meliputi biaya
kerugian penjualan, biaya penanganan keluhan konsumen, serta
biaya jaminan.
Usaha yang dilakukan, agar biaya pelaksanaan
proyek menjadi wajar, murah dan efisien sesuai rencana dan atau hasil evaluasi
yang dilakukan
Pengendalian biaya pelaksanaan proyek
terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh :
1. Pengendalian waktu pelaksanaan proyek
2. Pengendalian mutu dan hasil
pelaksanaan proyek
3. Pengendalian sistem manajemen operasional
proyek yang bersangkutan yang kurang baik atau tidak konsisten dalam
pelaksanaan penambahan biaya.
cara tindakan pengendalian yang dilakukan,
yaitu :
1. Cara langsung dengan melakukan :
- peninjauan
- pengawasan
- pemeriksaan
- audit
2. Cara tidak langsung
- dokumen
proyek
- melalui
rencana arus kas proyek
- dokumen
kontrak dan spesifikasi teknik
- prosedur
dan instruksi kerja
- laporan-laporan
proyek
Rencana anggaran pelaksanaan (rap) proyek
:
Hasil estimasi / perkiraan biaya-biaya
proyek yang merupakan salah satu dokumen kelengkapan sebagai acuan / pedoman
operasi pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkan :
-
pengalaman
atau referensi dan realisasi pengelolaan proyek yang lalu
-
hasil
observasi ulang arus data sumber daya yang diperlukan dan lokasi / medan kerja
-
kebijaksanaan
perusahaan
-
kesepakatan
Tujuan dibuatnya rap
sebagai sarana acuan / pedoman dalam
pengelolaan hasil usaha proyek
sebagai tolok ukur atau sarana penilaian atas kesuksesan para personil
yang bertanggung
jawab terhadap hasil usaha
sebagai sarana memonitor dan mengevaluasi pengelolaan operasional dan
hasil usaha
proyek tersebut.
Prinsip dalam pembuatan rap
1. Rap
hanya memperhitungkan.
- pendapatan (rencana pendapatan yang
diperhitungkan) bukan pembayaran yang
diterima)
- biaya
(rencana biaya yang diperhitungkan) bukan pembayaran yang dikeluarkan
2. Rap dibuat dengan berorientasi pada
profit dan efisiensi.
3.
Tepat
Mutu
Tepat waktu dalam pengendalian mutu proyek merupakan suatu yang tidak
boleh menyalahi spesifikasi (RAP dan RAB). Pengendalian mutu merupakan bagian
utama agar proyek dapat diselesaikan dengan mutu yang dapat dipertanggung
jawabkan memenuhi persyaratan pelanggan terdiri dari:
-
Prinsip pengendalian mutu
-
Prosedur pengendalian mutu
Prinsip penggendalian mutu upaya untuk
mewujudkan salah satu dari tiga sasaran utama manajemen proyek yaitu tepat
mutu, tepat biaya dan tepat waktu
Sebagai usulan
pengawasan dan tindak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi
agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan didalam dokumen kontrak
3 (tiga) jenis pengendalian :
-
Pengendalian mutu bahan baku
-
Pengendalian mutu bahan olahan
-
Pengendalian mutu hasil pekerjaan
4.
Tepat
waktu
Tepat waktu merupakan hal
yang tidak boleh terlambat dari schedule yang ditentukan (RKS, gambar rencana,
gambar kerja).
Jadi, untuk
Manajemen Pengendalian Mutu Proyek dalam ketepatan biaya, mutu, dan waktu
adalah suatu yang merupakan Pengendalian
biaya, mutu dan waktu merupakan bagian yang utama agar suatu proyek dapat
diselesaikan dengan waktu yang tepat, biaya yang kompetitif dengan mutu yang
dapat dipertanggungjawabkan memenuhi persyaratan pelanggan.
Proses pengendalian hasil pekerjaan
merupakan persyaratan standar yang mencakup : Uraian karekteristik hasil
pekerjaang prosedur dan instruksi
kerja penggunaan peralatan yang sesuai
peralatan ukur yang dikalibrasi pelaksanaan
pengukuran dan pemantauan penyerahan dan
pemeliharaan proyek.
Pengendalian biaya, mutu dan waktu merupakan
lingkup utama seorang pelaksana dalam menjalankan pelaksanaan pekerjaan, guna
diperoleh hasil yang memuaskan bagi pengguna jasa sesuai ketentuan dan
persyaratan dalam spesifikasi teknik.
Dalam pekerjaan konstruksi di perlukan suatu
mekanisme manajemen dan mekanisme pengendalian guna mencapai efisiensi
penyelenggaraan proyek tepat mutu, biaya dan waktu yang mencakup aspek teknis
dan administratif.
Sumber:
http://digilib.unila.ac.id/19786/2/BAB%20II.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar