1. Solusi mengatasi keterlambatan proyek
Pembangunan konstruksi adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan keberhasilan suatu proyek konstruksi tidak terlepas dari pengambilan keputusan berdasarkan analisa dan tindakan koreksi terhadap berbagai factor risiko dari akibat kendala kendala yang dihadapi selama pelaksanaan proyek, baik resiko yang telah diperhitungkan maupun yang belum terduga selama pelaksanaan proyek. kemungkinan adanya kendala selama pelaksanaan proyek bisa terjadi akibat manajemen yang kurang baik, sumber daya yang tidak sesuai , metode kerja yang digunakan tidak tepat. pengaruh dari kondisi keuangan perusahaan dan lingkungan dimana proyek dilaksanakan tidak mendukung. Sehingga berpengaruh dengan kinerja waktu, menyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi dan secara langsung merugikan pemilik Proyek maupun Konstraktor. Menghindari risiko keterlambatan yang mungkin terjadi, maka perlu dilakukan kajian dan dicarikan penyebab dan ditentukan tindakan koreksi yang sesuai. Dengan melakukan analisa terhadap berbagai factor-faktor risiko yang terjadi dalam pelaksanaan proyek, dengan memakai statistik , dicari nilai faktor risiko yang tinggi. Dimana Faktor risiko yang tinggi diprioritaskan terlebih dahulu untuk ditangani dan diberikan tindakan koreksi, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan seminimal mungkin.
Dalam kegiatan konstruksi melibatkan tiga fase yaitu: perencanaan, penentuan jadwal kegiatan konstruksi, dan pengendalian. Dengan tujuan sasaran dari kegiatan yang hendak dicapai adalah biaya, mutu, dan waktu. Dampak yang sering terjadi pada kegiatan konstuksi adalah keterlambatan waktu, yang akan sangat merugikan pada pemilik kegiatan konstruksi, konsultan, maupun kontraktor. Salah satu usaha untuk mengantisipasi keterlambatan durasi kegiatan konstruksi adalah dengan melakukan percepatan durasi aktivitas pengikut, yaitu dengan menggunakan analisis “what if”. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif antisipasi dari keterlambatan kegiatan konstruksi dengan menganalisa jaringan kerja penjadwalan, agar total durasi kegiatan konstruksi dapat tetap terlaksana sesuai dengan perencanaan awal. Penelitian ini menggunakan metode penjadwalan jalur kritis yang telah diolah dalam program microsoft office project 2007, yang diterapkan pada jadwal PDM (Precedence Diagram Method). Dengan model PDM ini diterapkan analisis “what if” pada aktivitas-aktivitas kritis dengan menggunakan bantuan program microsoft excel, kemudian percepatan durasi dilakukan pada aktivitas-aktivitas pengikutnya. Hasil dari analisis “what if” yang diperoleh berupa tabel dan grafik yang menunjukkan hubungan antara aktivitas yang terlambat dengan alternatif percepatan pada aktivitas-aktivitas pengikutnya, dengan cara menambah jumlah pekerja atau jam kerja. Informasi yang didapat dari analisis “what if” dapat memberikan bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mempercepat atau mempertahankan proses konstruksi sehingga dapat meningkatkan kinerja jasa pelaksanaan konstruksi.
2. ilustrasi kurva rencana percepatan terkait adanya keterlambatan pekerjaan di lapangan, dengan asumsi deviasi yang terjadi pada pertengahan periode pelaksanaan.

Dalam ilustrasi kurva rencana pembangunan rumah lantai 2 terlihat progress pekerjaan yang di dapat dilihat dari pergerakan kurva S nya. Dan pekerjaan akan dilakukan sesuai jadwal yang sudah dibuat, namun beberapa kendala terjadi pada saat pelaksaan sehingga pembangunan mengalami keterlambatan pada pekerjaan pasangan, pekerjaan plesteran dan pekerjaan beton. Sehingga harus pekerjaan harus dipercepat dengan beberapa cara agar progress yang dapat tercapai setidaknya seperti yang sudah dijadwalkan. Dengan menambah tenaga kerja dan melakukan perubahan teknis lainnya dapat di temukan solusi yang bisa mengatasi keterlambatan tersebut sehingga pada pekerjaan selanjutnya dapat di percepat untuk penyelesaian proyek pembangunan rumah lantai 2 dapat terselesaikan tepat waktu.

Ini adalah ilustrasi setelah dilakukan percepatan pada pekerjaan selanjutnya, karena beberapa pekerjaan sebelumnya memakan waktu yang cukup lama. Demikian penjelasan tentag kasus kedua. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan dapat membantu pada pekerjaannya yang lain.
Sumber:
https://ejournal.itp.ac.id/index.php/momentum/article/view/25
https://media.neliti.com/media/publications/191212-ID-mengantisipasi-keterlambatan-dan-solusi.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar